Ikuti Arahan Kapolri, Kapolres dan Forkopimda Sragen Perkuat Kesiapan Hadapi Arus Balik Lebaran

SRAGEN, JATENG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, jajaran kepolisian memperketat pengamanan malam takbiran melalui pemantauan nasional yang dipimpin langsung oleh Listyo Sigit Prabowo. Kegiatan tersebut diikuti secara virtual oleh seluruh jajaran, bertempat di Pos Pengamanan Terpadu Alun-Alun Kabupaten Sragen, Jumat (20/3/2026) malam.


Zoom meeting yang berlangsung sejak pukul 19.45 WIB ini menjadi forum strategis untuk memastikan kesiapan pengamanan, baik dari sisi kamtibmas maupun kelancaran arus lalu lintas selama momentum mudik Lebaran.


Di Sragen, kegiatan dipimpin langsung oleh Kapolres Sragen Dewiana Syamsu Indyasari bersama unsur Forkopimda, di antaranya Bupati Sragen Sigit Pamungkas, Dandim 0725/Sragen Letkol Inf Dindin Rohidin, serta jajaran pejabat utama Polres dan instansi terkait.


Dalam arahannya, Kapolri menekankan pentingnya evaluasi terhadap sejumlah kendala selama arus mudik, termasuk kemacetan di titik penyeberangan seperti Gilimanuk, gangguan transaksi di gerbang tol akibat saldo kartu elektronik, hingga insiden kendaraan terbakar di jalan tol.


“Respon cepat harus menjadi prioritas, termasuk kesiapan pemadam kebakaran mobile di setiap pos pelayanan dan pos terpadu,” tegas Kapolri.


Ia juga mengingatkan potensi kerawanan saat malam takbiran yang sarat aktivitas masyarakat dengan berbagai kearifan lokal. Pengamanan maksimal diperlukan guna mencegah gesekan maupun gangguan ketertiban.


Selain itu, Kapolri menyoroti potensi kepadatan pasca-Lebaran, khususnya pada kegiatan halalbihalal dan lonjakan kunjungan ke destinasi wisata.


Pengamanan di kawasan wisata, terutama wisata air, menjadi perhatian serius agar tidak terjadi over kapasitas yang berisiko membahayakan keselamatan pengunjung.


Sementara itu, Kakorlantas Polri Agus Suryonugroho memaparkan bahwa pengamanan Operasi Ketupat 2026 difokuskan pada lima klaster utama, yakni jalan tol dan rest area, jalur arteri dan nasional, simpul transportasi (pelabuhan, bandara, terminal, stasiun), tempat ibadah, serta lokasi wisata dan pusat perbelanjaan.


Ia mengungkapkan, berdasarkan data terkini, angka kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan sebesar 3,23 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Meski demikian, potensi kerawanan tetap menjadi perhatian utama, terutama menjelang puncak arus balik yang diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026.


“Kami telah menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas, mulai dari contraflow hingga one way secara situasional untuk mengurai kepadatan,” jelasnya.


Kegiatan ini juga diisi dengan dialog interaktif antara Mabes Polri dan jajaran Polda guna memantau langsung situasi malam takbiran di berbagai daerah, termasuk kondisi arus mudik, keamanan pemudik, serta keselamatan berkendara.


Kapolres Sragen melalui keterangannya menyampaikan bahwa secara umum situasi wilayah Sragen selama malam takbiran terpantau aman dan kondusif.


“Seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar. Kami bersama seluruh stakeholder terus bersinergi untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman dan nyaman,” ujarnya.

0/Post a Comment/Comments