SRAGEN, JATENG – Kebiasaan membakar sampah di pekarangan rumah kembali memicu musibah. Sebuah kandang kambing milik warga di Kampung Sidomulyo, Kelurahan Sragen Wetan, Kecamatan Sragen, Kabupaten Sragen, hangus dilalap si jago merah setelah diduga tersulut bara api sisa pembakaran sampah yang belum benar-benar padam.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu (30/5/2026) sekitar pukul 14.30 WIB dan mengakibatkan kerugian materiil yang ditaksir mencapai Rp 5 juta.
Kapolres Sragen AKBP Dewiana Syamsu melalui Kapolsek Sragen Kota AKP Ari Pujiantoro menjelaskan, berdasarkan hasil penyelidikan di lokasi kejadian, kebakaran bermula dari aktivitas pembakaran sampah yang dilakukan beberapa jam sebelum api membesar.
"Menurut keterangan saksi dan hasil olah tempat kejadian perkara, sekitar pukul 11.00 WIB pelapor membakar sampah di dekat kandang kambing. Setelah merasa api telah padam, sampah kemudian ditimbun dan ditinggalkan. Namun diduga masih terdapat bara api yang kemudian menyulut material mudah terbakar di sekitar kandang," terang AKP Ari Pujiantoro, Minggu (31/5/2026).
Api baru diketahui membesar sekitar pukul 14.30 WIB. Saat itu warga melihat kobaran api telah melalap bangunan kandang yang berada di dalam pekarangan rumah milik Anik Hastari.
Melihat kejadian tersebut, warga segera berteriak meminta pertolongan dan berupaya memadamkan api secara gotong royong menggunakan peralatan seadanya.
Berkat kesigapan warga sekitar, kobaran api akhirnya berhasil dikendalikan sehingga tidak merembet ke bangunan rumah maupun permukiman di sekitarnya.
Petugas Polsek Sragen Kota yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah TKP, meminta keterangan saksi-saksi, mengamankan lokasi kejadian, serta memasang garis polisi guna kepentingan penyelidikan.
"Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ditemukan unsur kesengajaan maupun tindak pidana. Kebakaran diduga kuat dipicu oleh bara api sisa pembakaran sampah yang masih menyala dan kemudian membesar akibat kondisi material kering di sekitar kandang," jelasnya.
AKP Ari juga mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membakar sampah, terutama pada musim kemarau ketika banyak material mudah terbakar berada di sekitar lingkungan permukiman.
"Kami mengimbau masyarakat untuk memastikan api benar-benar padam sebelum meninggalkan lokasi pembakaran. Bara api yang terlihat kecil sekalipun dapat memicu kebakaran besar dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit," tegasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kelalaian kecil dalam menangani api dapat berujung pada musibah yang merugikan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian materiil akibat kandang yang terbakar diperkirakan mencapai jutaan rupiah.
Post a Comment