SRAGEN, JATENG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sragen terus bergerak cepat mengungkap misteri kematian tragis seorang bocah perempuan berusia 11 tahun yang ditemukan meninggal dunia di dalam rumahnya di Desa Dawung, Kecamatan Jenar, Kabupaten Sragen.
Dalam perkembangan terbaru, penyidik telah memeriksa lebih dari tujuh orang saksi guna mengurai rangkaian peristiwa yang berujung pada meninggalnya korban. Pemeriksaan dilakukan secara intensif terhadap saksi-saksi yang dinilai memiliki keterkaitan maupun mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan tidak bernyawa.
Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno mewakili Kapolres Sragen mengatakan, proses penyelidikan dilakukan secara menyeluruh dengan mengedepankan metode investigasi modern yang dikombinasikan dengan pengumpulan keterangan saksi dan analisis ilmiah.
" Tujuh orang saksi telah kami mintai keterangan dan hari ini bertambah lagi. Seluruh informasi yang kami peroleh saat ini masih terus kami dalami dan sinkronkan dengan barang bukti maupun hasil pemeriksaan forensik," ujar AKP Catur.
Kasus yang menggemparkan warga Sragen tersebut mendapat perhatian serius jajaran Polres Sragen. Sejak hari pertama penemuan korban, tim gabungan langsung diterjunkan untuk melakukan olah tempat kejadian perkara, identifikasi, pengumpulan barang bukti hingga penelusuran jejak digital.
Selain memeriksa saksi, penyidik juga melakukan analisis terhadap sejumlah barang bukti yang ditemukan di lokasi kejadian. Beberapa di antaranya berupa jejak kaki yang diduga berkaitan dengan pelaku, hingga benda-benda yang ditemukan di sekitar tubuh korban.
Tidak hanya itu, polisi turut melibatkan tim kedokteran forensik dan laboratorium forensik untuk memperkuat konstruksi perkara serta memastikan seluruh temuan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.
Dari hasil pemeriksaan medis sementara, korban diketahui meninggal akibat mati lemas yang diduga dipicu tindakan kekerasan. Sementara itu, penyidik memastikan tidak ditemukan indikasi kekerasan seksual berdasarkan hasil pemeriksaan medis terhadap korban.
AKP Catur mengungkapkan, perkembangan penyelidikan saat ini telah mengarah pada pihak tertentu yang diduga memiliki keterkaitan dengan peristiwa tersebut. Namun demikian, penyidik masih berhati-hati dalam mengambil langkah hukum dan terus melengkapi alat bukti.
"Kami tidak ingin terburu-buru. Semua fakta, keterangan saksi, hasil laboratorium, barang bukti, hingga petunjuk digital harus saling bersesuaian sehingga ketika perkara ini kami tingkatkan, seluruh unsur pembuktiannya sudah kuat," tegasnya.
Penyidik juga terus menelusuri aktivitas korban dalam beberapa jam sebelum kejadian, termasuk mengkaji kemungkinan adanya interaksi dengan pihak-pihak tertentu yang dapat menjadi petunjuk penting dalam pengungkapan kasus.
Di tengah duka yang masih menyelimuti keluarga korban, masyarakat Kabupaten Sragen menaruh harapan besar agar kasus ini segera terungkap. Desakan publik untuk mengungkap pelaku semakin menguat seiring terungkapnya sejumlah fakta baru dalam proses penyidikan.
Polres Sragen memastikan penyelidikan akan terus dilakukan secara profesional, transparan, dan terukur hingga pelaku berhasil diungkap dan mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.
Sumber: Keterangan Kasatreskrim Polres Sragen AKP Catur Agus Yudo Praseno mewakili Kapolres Sragen.
Post a Comment